MODUL
MATEMATIKA
KELAS XII. IPA
SEMESTER I
Muhammad Zainal
Abidin Personal Blog
SMAN 1 Bone-Bone
| Luwu Utara | Sulsel
PROGRAM LINEAR
Standar Kompetensi :
Menyelesaikan program linear
Kompetensi Dasar :
·
Menyelesaikan
sistem pertidaksamaan linear dua variabel
·
Merancang
model matematika dari masalah program linear
·
Menyelesaikan
model matematika dari masalah program linear dan penafsirannya
BAB I. PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Dalam modul ini Anda akan mempelajari penyelesaian
pertidaksamaan linear dua variabel, menentukan nilai optimum dari fungsi tujuan
dengan metode uji titik pojok, merancang model matematika dari program linear,
dan menyelesaikan model matematika dari program linear.
B. Prasyarat
Untuk mempelajari modul ini, para siswa diharapkan
telah menguasai sistem pertidaksamaan linear dua variabel.
C. Petunjuk Penggunaan Modul
Untuk mempelajari modul ini, hal-hal yang perlu Anda
lakukan adalah sebagai berikut:
1. Untuk mempelajari modul ini haruslah berurutan, karena materi yang
mendahului merupakan prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.
2. Pahamilah
contoh-contoh soal yang ada, dan kerjakanlah semua soal latihan yang ada. Jika
dalam mengerjakan soal Anda menemui kesulitan,
kembalilah mempelajari materi yang
terkait.
3. Kerjakanlah soal evaluasi dengan cermat. Jika Anda menemui kesulitan
dalam mengerjakan soal evaluasi, kembalilah mempelajari materi yang terkait.
4. Jika Anda mempunyai kesulitan yang tidak dapat
Anda pecahkan, catatlah,
kemudian tanyakan kepada
guru pada saat kegiatan tatap muka atau bacalah referensi lain yang berhubungan
dengan materi modul ini. Dengan
membaca referensi lain, Anda juga akan
mendapatkan pengetahuan tambahan.
D. Tujuan
Akhir
Setelah
mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat:
1. Menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan
linear dua variabel.
2. Menentukan fungsi objektif dan kendala dari
program linear.
3.
Menggambar daerah visibel dari program linear.
4. Merumuskan model matematika dari program
linear.
5. Menentukan nilai optimum dari fungsi objektif
dan menafsirkannya.
BAB II.
PEMBELAJARAN
A. Menentukan
penyelesaian pertidaksamaan linear dua variabel
Bentuk
umum :
ax
+ by < c
ax
+ by > c
ax
+ by
c
ax
+ by
c
x,
y adalah variabel
a,
b, dan c
R
Contoh
: Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2x + 4y
8
Jawab :
Menentukan
titik potong dengan sumbu x dan sumbu y dengan membuat tabel sbb :
|
x
|
0
|
4
|
|
y
|
2
|
0
|
|
![]() |

|
|
Dari gambar
diatas terlihat bahwa daerah penyelesaian (DP) untuk pertidaksamaan 2x + 4y
8
B. Menentukan daerah penyelesaian
suatu sistem pertidaksamaan liniear dengan dua variabel.
Sistem pertidaksamaan linear
dua variabel adalah gabungan dua atau lebih pertidaksamaan linear dua variabel.
Contoh :
Tentukan daerah penyelesaian
dari sistem pertidaksamaan linear
x + y
5
x + 2y
6
x
0
y
0
Jawab :
x + y
5
|
x
|
0
|
5
|
|
y
|
5
|
0
|
x
+ 2y
6
|
x
|
0
|
6
|
|
y
|
3
|
0
|
|
![]() |


|
![]() |
Tugas I
1. Gambarlah pada bidang
cartesius, himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linear berikut :
a. 3x + y
6, 5x + 4y
20, x
0, y
0
b. 2x + y
10, 3x + 2y
18, x
0, y
0
c. x – y
3, x + 2y
4, y
2

|
![]() |

DP
![]() |
|
![]() |

|
![]() |
B. Menentukan fungsi tujuan dan
kendala dari program linear
Program linear adalah suat
metode atau suatu cara untuk memecahkan masalah menjadi optimal (maksimum atau
minimum) yang memuat batasan-batasan yang dapat diubah atau diterjemahkan ke
dalam bentuk sistem pertidaksamaan linear. Penyelesaian pertidaksamaan linear
terdapat dalam daerah himpunan penyelesaian. Dari beberapa penyelesaian
terdapat satu penyelesaian terbaik yang selanjutnya disebut penyelesaian
optimum dari suatu fungsi. Fungsi ini disebut dengan fungsi tujuan atau objektif.
Model matematika adalah
rumusan matematika yang berupa persamaan, pertidaksamaan, atau fungsi yang
diperoleh dari hasil penafsiran atau terjemahan suatu masalah ke dalam bahasa
matematika.
Contoh :
Sebuah pesawat terbang
mempunyai kapasitas 48 buah tempat duduk yang terbagi dalam dua kelas yaitu
kelas A dan kelas B. Setiap penumpang kelas A diberi hak yaitu membawa barang
60 kg, sedang penumpang kelas B diberi hak membawa barang hanya 20 kg, tempat
bagasi paling banyak dapat memuat 1440 kg. Bila banyaknya penumpang kelas A
sebanyak x orang sedang kelas B sebanyak y orang. Tentukan model matematikanya.
Jawab :
|
|
Kelas A
|
Kelas B
|
|
Bagasi
|
60 kg
|
20 kg
|
|
Penumpang
|
x orang
|
y orang
|
Penumpang : x
+ y
48
Banyak penumpang tidak pernah negatif : x
0, y
0
Sehingga diperoleh model
matematikanya adalah :
3x + y
x + y
48
x
0
y
0
Tugas II
1. Suatu perusahaan merencanakan
membangun rumah untuk 600 orang. Banyaknya rumah yang akan dibangun tidak lebih
dari 120 buah. Rumah jenis I biaya sewanya Rp. 100.000,- tiap bulan dan
ditempati 4 orang, rumah jenis II biaya sewanya Rp. 125.000,- tiap bulan dan
ditempati oleh 6 orang. Buatlah model matematikanya.
2. Sebuah pabrik membuat sepeda
motor dan sepeda gunung setiap bulan dapat membuat sebanyak-banyaknya 100
sepeda gunung, sedangkan sepeda motor dapat dibuat sedikitnya 20 buah dan
sebanyak-banyaknya 70 buah tiap bulan. Kapasitas produksi pabrik
sebanyak-banyaknya 150 buah kendaraan dalam sebulan. Jika harga setiap sepeda
motor 5 juta rupiah dan harga sepeda gunung 1 juta rupiah.
a. Buatlah model matematikanya
b. Tentukan daerah penyelesaian yang sesuai
3. Seorang petani memerlukan zat
kimia unsur A, B, dan C sebanyak 60 kg, 120 kg, dan 50 kg untuk memupuk kebun
sayurnya. Dalam setiap kaleng pupuk cair mengandung zat A = 1 kg, zat B = 3 kg,
dan zat C = 1 kg. Pupuk kering tiap kantong mengandung zat A = 2kg, zat B = 2
kg, dan zat C = 1 kg. Harga 1 kantong pupuk cair Rp. 30.000,- sedangkan pupuk
kering Rp. 25.000,-
a. Buatlah model
matematikanya
b. Tentukan daerah penyelesaiannya
4. Seorang tukang parkir
mengelola lahan parkir seluas 588 m2, diperuntukkan untuk menampung
kendaraan jenis bus dan sedan. Luas rata-rata untuk parkir bus adalah 24 m2,
sedangkan untuk sedan memerlukan 6 m2. Lahan parkir tersebut tidak
mampu menampung sedan dan bus melebihi 38 kendaraan. Tentukan model matematika
dari permasalahan diatas.
4. Menentukan nilai optimum dari
fungsi tujuan (fungsi ogjektif) dengan metode uji titik pojok.
Fungsi tujuan atau objektif
dapat dinotasikan f(x,y) = ax + by.
Nilai optimum dari bentuk
f(x,y) = ax + by dilakukan dengan cara menghitung nilai f(x,y) = ax + by untuk
setiap titik pojok (titik sudut) dari daerah penyelesaian (DP), kemudian dibandingkan
yang selanjutnya ditetapkan nilai terbesar sebagai nilai maksimum dan nilai
terkecil sebagai nilai minimum.
Contoh :
Seorang pedagang mempunyai
dagangan rokok merk A dan merk B. Rokok A dibeli dengan harga Rp. 6000,- per
bungkus dan dijual dengan laba Rp. 400,- per bungkus, sedangkan rokok B dibeli
dengan harga Rp. 3000,- per bungkus dan dijual dengan laba Rp. 300,- per
bungkus. Pedagang itu hanya mempunyai modal Rp. 240.000,- dan kiosnya hanya
dapat menampung paling banyak 500 bungkus rokok.
a.
Berapakah
banyak rokok A dan B yang harus dibeli agar mendapat untung yang
sebanyak-banyaknya (maksimum)
b.
Tentukan
besar keuntungan maksimumnya
Jawab :
Model
matematikanya
|
Rokok
|
Jumlah
|
Harga
|
Laba
|
|
A
|
x
|
6000
|
400
|
|
B
|
y
|
3000
|
300
|
|
Persediaan
|
500
|
240.000
|
|
Fungsi tujuan : Untung = 400x + 300y
Sistem pertidaksamaan
linearnya :
x + y
500
x
0
y
0
Daerah himpunan penyelesaian
x + y = 500
|
x
|
0
|
500
|
|
y
|
500
|
0
|
2x + y = 800
|
x
|
0
|
400
|
|
y
|
800
|
0
|
|

![]() |
DP
![]() |
Eliminasi persamaan (1) dan (2)
x + y = 500
2x + y = 800
- x = - 300
x
= 300
y
= 200
Dengan metode uji titik
pojok, ditentukan keuntungan maksimum dengan tabel sbb :
|
Titik pojok
|
Untung = 400x + 300y
|
|
(0, 0)
|
0 +
0 = 0
|
|
(400, 0)
|
160.000 + 0 = 160.000
|
|
(300, 200)
|
120.000 + 60.000 = 180.000
|
|
(0, 500)
|
0 + 150.000 = 150.000
|
Berdasarkan tabel diatas,
diperoleh keuntungan maksimum yang dapat dicapai adalah 180.000, dengan rokok A
yang dibeli sebanyak 300 bungkus, dan rokok B sebanyak 200 bungkus.
Tugas III
- Tentukan nilai maksimum atau minimum dari fungsi sasaran dalam model matematika berikut :
a.
F(x, y)
= 2x + y
x + y
6 ; x + 2y
8 ; x
0 ; y
0
b. F(x, y) = 2x + 3y
5x + 3y
30 ; 5x + y
50 ; x + 3y
30 ; x
0 ; y
0
2.
Seorang
pedagang roti mempunyai modal 400.000,-. Roti jenis A dibeli dengan harga
1000,- dan roti jenis B dibeli dengan harga 500,-. Sedangkan tempat roti hanya
mampu menampung tidak lebih dari 500 buah. Keuntungan tiap roti jenis A 200,-
dan keuntungan tiap roti jenis B 150,-.
a.
Hitunglah
keuntungan sebanyak-banyaknya.
b.
Berapa
sebaiknya roti jenis A dan jenis B yang harus dibeli agar pedagang mendapat
keuntungan yang sebanyak-banyaknya.
3.
Seorang
pedagang pakaian mempunyai modal 2.475.000,- untuk membeli kemeja dengan harga
30.000,- per buah dan celana 75.000,- per buah. Jumlah kemeja yang ia beli
tidak kurang dari tiga kali jumlah celana. Ia mengambil keuntungan 4.500,-
untuk setiap potong celana dan 1.500,- untuk setiap potong kemeja.
a.
Berapa
kemeja dan celana yang harus dibeli supaya pedagang itu mendapat keuntungan
yang maksimum
b.
Hitunglah
keuntungan tersebut
4.
Seorang
penjaja buah-buahan yang menggunakan gerobak menjual apel dan pisang. Harga
pembelian pisang 4.000,- per kg dan apel 10.000, - per kg. Penjaja buah
tersebut mempunyai modal 2.500.000,-. Sedangkan muatan gerobak tidak melebihi
400 kg. Jika keuntungan tiap kg apel 2 kali keuntungan tiap kg pisang. Berapa
kg apel dan pisang yang harus dibeli agar keuntungan yang diperoleh maksimum.
BAB
III PENUTUP
Setelah menyelesaikan modul ini, anda berhak
untuk mengikuti tes untuk menguji kompetensi yang telah anda pelajari. Apabila
anda dinyatakan memenuhi syarat ketuntasan dari hasil evaluasi dalam modul ini,
maka anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Pemerintah Kota Semarang, 2006. Matematika Program
Ilmu Pengetahuan Sosial, Semarang :
H. Sunardi, Slamet Waluyo, Sutrisno, H. Subagya,
2005. Matematika IPS, Penerbit Bumi
Aksara, Jakarta.
Wilson Simangunsong, 2005. Matematika Dasar, Penerbit Erlangga, Jakarta.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar